PROLOG

SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL PERGURUAN TINGGI

Pada tanggal 16 Mei 2005 telah ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Di dalam Pasal 4 Peraturan Pemerintah tersebut dinyatakan bahwa SNP bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional. Oleh karena itu, pemenuhan SNP oleh suatu perguruan tinggi akan berarti bahwa perguruan tinggi tersebut menjamin mutu pendidikan tinggi yang diselenggarakannya. Oleh karena itu, SNP dapat disebut pula sebagai standar mutu pendidikan tinggi di Indonesia yang harus dipenuhi oleh setiap perguruan tinggi.
Pasal 92 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP mengamanatkan bahwa Menteri Pendidikan Nasional mensupervisi dan membantu perguruan tinggi melakukan penjaminan mutu. Untuk memenuhi amanat tersebut, maka Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi telah membentuk Kelompok Kerja Nasional, dengan tugas utama merevisi Buku Pedoman Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi beserta semua Buku Praktek Baik yang menyertainya, yang diterbitkan oleh Ditjen Dikti sebelum penetapan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP.

Revisi perlu dilakukan agar buku tersebut sesuai dengan perkembangan pendidikan tinggi serta perubahan peraturan perundang-undangan dalam bidang pendidikan tinggi di Indonesia. Perubahan yang penting telah terjadi, khususnya dalam sistem penjaminan mutu perguruan tinggi. Buku tentang penjaminan mutu yang lama, hanya berisi tentang penjaminan mutu pendidikan tinggi yang dilakukan oleh dan atas inisiatif perguruan tinggi masing-masing, yang disebut sebagai penjaminan mutu internal. Sedangkan buku ini yang diberi judul Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi atau disingkat SPM-PT tidak saja memuat penjaminan mutu internal yang telah diberi nama sebagai Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), juga memuat penjaminan mutu eksternal atau akreditasi yang diberi nama sebagai Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME), serta sistem Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT).

RELEVANSI DAN KUALITAS
Kualitas luaran pendidikan tinggi dinyatakan sebagai daya saing luaran tersebut dalam memperoleh pengakuan dunia ilmu pengetahuan di tingkat internasional. Kualitas ini antara lain ditandai dengan kemampuan untuk memnembus publikasi di jurnal internasional, kemampuan lulusan untuk bersaing di arena global dan kemampuan untuk memenangkan penghargaan akademik di tingkat internasional seperti hadiah Nobel dan lain-lain.
Relevansi, di pihak lain mengukur tingkat kesesuaian antara produk yang dihasilkan pendidikan tinggi (baik berupa lulusan maupun hasil-hasil penelitian maupun pengembangan) dengan kebutuhan pihak-pihak pengguna produk tersebut antara lain pemerintah, masyarakat, dan industri.
Program pendidikan tinggi yang relevan dan berkualitas ditandai dengan kemampuan lulusan untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja, menciptakan lapangan kerja baru, atau mengembangkan ilmu pengetahuan sesuai dengan perkembangan pengetahuan global.

Lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, teknologi atau seni pada bidang tertentu, tetapi juga menguasai ketrampilan tambahan seperti, kemampuan berkomunikasi secara efektif, kemampuan berfikir logis, kemampuan belajar, dan lain-lain. Kemampuan-kemampuan tambahan ini disebut soft skills.

POLA PIKIR INSTITUSI PENDIDIKAN STMIK HANDAYANI

Lima Pola Pikir yang  ditanamkan oleh Civitas Akademika STMIK Handayani  yaitu :

  1. Pola pikir berbasis disiplin ilmu;
  2. Pola pikir mensintesiskan berbagai ilmu;
  3. Pola pikir kreatif;
  4. Pola pikir saling menghargai, dan;
  5. Pola pikir berbasis etika.

RENCANA STRATEGIS 2010-2020 STMIK HANDAYANI

Rencana Pengembangan 10 Tahun STMIK Handayani (2010-2020) menunjukkan komitmen Yayasan dan institusi STMIK Handayani untuk memberikan yang terbaik bagi anak didik. Keterbatasan sebagai lembaga Perguruan Tinggi yang berdiri sejak 15 tahun lalu dan berkembang secara mandiri tanpa subsidi lembaga lain, tidak harus menjadi batasan yang menjadi penghambat misi institusi untuk mencerdaskan bangsa dan menyiapkan generasi muda banga menghadapi masa depannya

Rencana induk STMIK Handayani dalam peningkatan mutu, efisiensi institusi dan kepuasan konsumen (mahasiswa) diharapkan dapat mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi institusi dan memberikan kompetensi yang kompetitif dan adaptif bagi para lulusan, baik yang memasuki dunia profesi enterpreneur (employment creation) ataupun private enterprise (employability).

Untuk dapat mencapai hasil tersebut penciptaan sistem manajemen dan sistem pembelajaran yang kompetitif merupakan pra-syarat yang menjadi keharusan.

Dari sisi program studi dan sesuai perkembangan lingkungan yang menuju kearah ekonomi pasar, ICT based management dan globalisasi, program studi pendidikan STMIK Handayani dengan re-orientasi kearah sektor dengan pertumbuhan yang tinggi dan atau creative industry. Program studi Teknik Informatika, Sistem Komputer, Sistem Informasi, Manajemen Informatika dan Komputerisasi Akuntansi selain perlu meningkatkan relevansi, akan menjadi tumpuan penciptaan kompetensi generik lulusan STMIK Handayani yaitu kemampuan menguasai ICT dan Bahasa Inggris.

Profil lulusan STMIK Handayani memang difokuskan untuk memasuki sektor swasta sehingga pembangunan suasana kampus competitive business community & environment merupakan tema sentral pengembangan jangka panjang.

Makassar,  Desember 2010
Ketua LPPM/LPM STMIK Handayani
Yusrin A. Tosepu, S.Kom., M.I.Kom.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: